Agustus 12, 2011
Life is Beautiful (La Vita è Bella)
i just watched this movie and i must admit that this is my favorite and the best movie ever!! film-film sekarang gw bilang smuanya lewat. yah meskipun udah pake teknologi tinggi, but for me this is movie is the best!
pertama kali gw nonton film ini waktu smp. guru gw bawa film ini pas pelajarannya dan ngajak smua anak untuk nonton ini. pertama kali gw nonton gw langsung tau banget kalo nie film worth to watch.
film ini bersetting saat perang dunia ke 2, waktu itu Guido Orefic, a young italian jew, dateng ke sebuah kota untuk buka toko buku. Guido itu orangnya humoris abis. then he met Dora, who comes from a wealthy, aristocratic, non-Jewish Italian family.
Pertemuan mereka pun happened unexpectedly. mereka bertemu saat Dora mau jatuh dari genting dan Guido nangkep dia. lalu pertemuan kedua, mereka ga sengaja ketemu pas Guido ampir nabrak si Dora.
they knew that they were falling in love with each other. but unfortunately Dora udh dijodohin ama cowo lain, so Guido ajak kabur Dora.
Several years pass, they marrie and have a son, Giosuè.
yah taulah dulu zaman world war 2. jamannya Hitler lagi kejam2nya sama orang yahudi. jadilah seluruh keluarga itu ditangkep dan dijadiin budak.
in the camp, karena cewe sama cowo dipisah, Guido tries to hide his son from Nazi. Guido bikin cerita lucu dan bilang klo mereka lagi lomba untuk ngumpulin poin sebanyak 1000 biar bisa menangin sebuah tank, a real tank. Giosuè yang emang masih kecil, percaya aja.
Guido selalu bilang ke anaknya untuk keep quite kalo ga poin mereka akan berkurang. Guido janji as soon as the game is over, he will get the tank as the reward and also meet his mom.
disaat sedang di camp pun, Guido slalu inget sama Dora. dia nekat pake loudspeaker dan ngomong, "Buon giorno, Principessa!" dia juga suruh anaknya triak pake louspeaker. he did that thing to tell his wife that they're fine.
disaat perang udh mau selesai, Guido suruh anaknya untuk stay di dalam box and told him not to come up until nobody around. Guido sbenernya mau nyari istrinya untuk kabur bareng, tapi dia ga tau kalo itu adalah saat terakhir dia sama anaknya.
pas Guido nyari istrinya, dia ketauan sama Nazi dan finally they shot him dead. but not before making his son laugh one last time by imitating the Nazi guard as if the two of them are marching around the camp together.
when morning comes, the Nazis are all surrender and nobody is around, Giosuè kluar dari boxnya and thinks he has won the game when an American tank arrives to liberate the camp. dia ikut naik ke tank and on the way, he met his mother.
di awal sama pertengahan film gw selalu tertawa liat Guido yang selalu ngelucu. dia ga pernah keliatan desperate di depan anaknya. justru gw nangis pas Giosuè ketemu nyokapnya. The director of this film really how to make a good movie!
ada hal konyol yang selalu gw lakukan saat nonton nie film. pas Guido bakalan di tembak, gw selalu berharap dia ga jadi ditembak. meskipun gw udah nonton ratusan kali dan tau kalo dia akhirnya meninggal, tapi gw slalu berharap dia ga jadi ditembak, which is impossible to happen. lol.
film ini punya moral yang bagus banget. cuma ngebaca sinopsis is not enough, lo lo smua harus kudu nonton ini. semoga berguna buat semua.
life is beautiful, right? c'est la vie!!! :)
happy watching and ciao!
xoxo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.