Agustus 14, 2014

grateful.

kadang-kadang manusia sangat aneh. selalu ingin sesuatu yang lebih dan tidak pernah puas. dan itu menjadi penyakit manusia dari jaman dulu.

ketika kuliah, i realized kalo manusia itu banyak banget ragamnya, terutama di sifat mereka.
i don't know why but somehow i found it irritating.

gw cenderung orang yang sangat pemilih dalam hal berteman. gw bukan mencari teman yang eksis dan terkenal biar ketularan, but i rather choose a friend that give me a positive impact too, dan gw adalah orang yang cukup setia dalam hal berteman. once i choose, i'll never betrayed. tapi kayaknya hal itu ga berlaku bagi teman gw.

awalnya gw kira dia polos tapi bisa diajak gila bareng, gw sama dia ketawa ga akan ada habisnya. bahkan saling cerita pun udah sampe luar dalem. awalnya dia sering banding-bandingin kehidupan dia sama orang lain. entah orang lain hidupnya enak banget lah, orang lain jalan-jalan terus lah, punya baju bagus-bagus, uang jajan yang dikasih berjuta-juta, pacar yang romantis, dan sebagainya dan sebagainya. padahal yang gw tau, dia punya semua itu...

honestly, i'm sick about talking other people. apalagi gw sama sekali ga kenal sama orang itu. dan jujur aja, gw ga suka ngegosip. i rather listen to their gossip and learn something from it than talking about nonsense. karena ketika gw denger gosip gosip itu, mereka bukan sekadar gosip, tapi gw kadang mendengar nada cemburu sama kehidupan orang itu dari nada mereka. well, who knows. and i'm good at stalking. bukan sesuatu yang membanggakan. but hey, gw stalking bukan untuk disebar-sebar, tapi lebih untuk memperluas wawasan gw. bukan kehidupan mereka yang gw bicarain, tapi lebih agar gw nyambung ngomong sama orang lain. gw stalk orang yang suka jalan-jalan jadi gw tau mana tempat yang bagus, gw stalk orang yang suka belanja, jadi gw ga cengo kalo lihat barang branded.

"duh dia enak banget, sebulan dikasih duit jajan 8 juta, si ini juga cowoknya romantis banget ngajak pergi ke luar negeri dibayarin. terus ini beli barang terus dan semuanya ga murah, orang tuanya enak banget kasih dia ini itu blablablablabla"

dan yang gw tau, teman gw ini memiliki uang jajan yang diatas rata-rata, bahkan uang jajan gw ga segede punya dia. pacar dia yang super baik dan sabarnya bukan main terlalu sering dijutekin, sedangkan gw yang jomblo dari lahir cari yang the one susahnya minta ampun. dan yang gw tau, dia cukup beruntung punya orang tua seperti itu, at least keluarganya ga broken, hidup masih lebih dari cukup, ga ada selingkuh selingkuh. so, kenapa dia susah banget bersyukur? bahkan berteman dengan gw yang ga pernah macem-macem kadang bikin gw ngerasa dia bosen dan lebih mentingin temen barunya yang menurut gw fake banget.

for me, life is about grateful. punya bokap yang sakit dan dulunya selingkuh, tapi gw bersyukur karena nyokap gw tough, dan itulah yang membuat gw tough juga dalam ngejalanin semua ini. gw bisa hidup hari ini, napas, bergerak, punya tubuh yang utuh. gw masih punya keluarga lain yang sayang dan peduli, and i realize, siapa lagi yang akan membantu kita kalo bukan keluarga sendiri? bahkan gw menyadari kalo masih ada yang punya masalah hidup lebih berat daripada gw.

why people so hard to be grateful for what they have? having a loving family, they can breath, they alive. why busy talking about other people's life while your own life is not fix yet? why don't you just show the awesomeness of your life so you don't need to talk about other's life, but others will talk about you, others will envy your life?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.